LAPORAN TUGAS KELOMPOK PEMIKIRAN POLITIK
PENDAHULUAN
Sehubungan dengan diadakannya PARPOL EXPO/ROCK THE VOTE, yaitu acara sosialisasi pemilu dan juga partai politik yang diadakan di kampus FISIP USU pada tanggal 11 Maret 2014, maka dengan ini kami membuat suatu pengamatan terhadap situasi terkait dalam acara tersebut. Adapun isi dalam laporan ini adalahApa latar belakang, tujuan, serta tanggapan dari pihak-pihak terkait. Baik itu pihak yang pro maupun yang kontra.selain itu tujuan kami melakukan penelitian/wawancara ini, ingin membuktikan/menunjukan permasahan dan juga pokok pembahasan yang benar-benar terjadi dalam acara tersebut agar tidak ada kesalahpahaman antara berbagai pihak baik pihak mahasiswa,siswa,pihak komisi pemilihan umum,phak panitia,dan juga pihak dari partai politik. Kami juga menambahkan satu CD(terlampir) hasil rekaman wawancara yang kami lakukan.
(kelompok )
ISI
Berikut adalah pendapat setiap masing-masing pihak yang terkait:
1.pihak panitia
2.pihak kontra/pendemo
3.pihak pro/kalangan parrtai politik
*Berikut adalah hasil wawancara kami dengan pihak panitia:
Latar Belakang:
Latar belakang diadakan acara ini yaitu sedikitnya pengetahuan tentang politik serta pemilu di kalangan anak muda seperti siswa ataupun mahasiswa yang baru saja mendapatkan hak pilihnya. Dan juga minimnya kesadaran generasi muda khususnya siswa dan mahasiswa untuk memberikan partisipasi politik terutama dalam pemilu. Tidak jarang anak muda sekarang yang memilih untuk GOLPUT(Golongan Putih) pada pemilu.
Tujuan:
Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan pendidikan politik kepada para siswa, ataupun mahasiswa, memberikan pendidikan tentang pemilu dan juga partai-partai politik. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan, para peserta dapat menerima dengan baik apa yang disajikan panitia dan memanfaatkan hak suara mereka dengan baik dan benar.
Kami mengadakan wawancara dengan beberapa pihak. Baik itu dari pihak yang pro, maupun kontra.
*Berikut adalah hasil wawancara kami dengan pihak pro/kalangan partai politik PPP(Partai Persatuan Pembangunan):
Adapun tujuan mereka mengikuti acara ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada kalangan siswa dan mahasiswa tentang politik dan pemilu serta sejauh manakah partai PPP bergelut dalam dunia politik. Dan mereka juga menyampaikan visi dan misi partai PPP itu sendiri.
*Berikut adalah hasil wawancara kami dengan pihak kontra/kalangan mahasiswa yang berdemonstrasi:
Mereka mengadakan demonstrasi untuk menentang para parpol. Karena mereka melihat adanya unsur kampanye yang dilakukan oleh para caleg. Mereka berpendapat bahwa tidak seharusnya para caleg parpol melakukan kampanye di kampus karena kampus merupakan tempat atau wilayah independen. Menurut mereka, sebenarnya acara sosialisasi politik yang diadakan di kampus itu sangat bagus, selama tidak ada unsur kampanye di dalamnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan acara tersebut yang diikuti oleh berbagai kalangan, baik kalangan partai politik, KPU, mahasiswa, dan panitia. Dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai reaksi tanggapan dari seluruh kalangan. Maka kami sebagai peneliti memberikan kesimpulan bahwasanya dengan diadakannya acara tersebut yaitu lebih tepatnya PARPOL EXPO. Kami menilai acara tersebut merupakan acara yang baik karena mereka menyampaikan sosialisasi kepada kalangan-kalangan yang hadir dalam acara tersebut. Kami melihat bahwa hal ini memberikan nilai positif karena mereka (Partai Politik) menyampaikan sosialisasi mengenai apakah itu partai politik dan apa-apa saja visi dan misi dari setiap partai politik yang menghadiri acara tersebut. Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh partai politik, kita (Yang menghadiri acara tersebut) dapat mengetahui secara menyeluruh dan juga mengetahui siapa-siapa saja yang akan maju untuk mencalonkan dirinya sebagai caleg, dari setiap masing-masing partai. Acara sosialisasi tersebut sepenuhnya berjalan dengan baik meskipun tidak seluruh partai politik menghadiri acara tersebut, tetapi hal itu tidak mengganggu jalannya acara tersebut.
Kita juga mengetahui acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh partai politik, tetapi ada juga kehadiran KPU yang bersosialisasi mengenai pemilu. Mereka(KPU) mensosialisasikan bagaimanakah menjadi pemilih muda yang baik dalam pemilu. Karena kita ketahui bahwa tingkat kecurangan dan golput masih tinggi di kalangan pemuda. Untuk menghindari hal-hal tersebut, selain itu, KPU juga mensosialisasikan bagaimana tahap-tahap, proses dan cara-cara dalam kegiatan pemilu yang baik dan benar.
Secara keseluruhan, acara tersebut bisa kami katakan berjalan dengan sukses. Namun, kami melihat terdapat sisi-sisi negatif dari acara tersebut, yaitu:
Mengapa Parpol harus diikutsertakan dalam acara tersebut. Karena kami melihat dan menilai bahwa kehadiran partai politik bukannya memberikan sosialisasi melainkan melakukan kampanye. Sehingga kami menilai mereka seperti hanya memanfaatkan situasi saja.
Berdasarkan pandangan kami diatas, timbul satu pertanyaan: “Mengapa harus berkampanye di kampus?”. Karena kami melihat adanya caleg-caleg/tim sukses dari setiap partai politik yang turut hadir dan mempromosikan diri mereka.
Dengan adanya sisi-sisi negatif diatas, timbul lah penolakan yang berupa aksi demonstrasi oleh kalangan mahasiswa yang kritis atas kejanggalan ini.
Hehehee makasi uda mau buka-buka blog yang hina ini ya kon-kawan, tapi kalo gak sukak bisa cabut sekarang kok menn, gak ada yang ngelarang :|
Selasa, 18 Maret 2014
Parpol Expo, Pro dan Kontra | Tugas Pemikiran Politik
Kamis, 13 Maret 2014
Interaksionisme Simbolik
Teori Interaksionisme simbolik (symbolic interactionism ) adalah pendekatan teoritis dalam memahami hubungan antara manusia dan masyarakat. Ide dasar teori interaksionisme simbolik adalah bahwa tindakan dan interaksi manusia hanya dapat dipahami melalui pertukaran symbol atau komunikasi yang sarat makna. Teori interaksionisme simbolik mulai berkembang pada pertengahan abad ke-20. interaksionisme simbolik berakar dari dua kata yang bermakna berbeda, yaitu interaksi dan simbol. Simbolik mengandung pengertian pada makna yang terdapat pada situasi sosial tertentu di mana pelaku berada di dalamnya, sedangkan interaksionis mengandung arti makna tersebut dibentuk oleh interaksi di antara pelaku. Gagasan mengenai teori tersebut muncul dari George Herbert Mead (1863-1931) seorang filsuf Universitas Chicago dan tokoh psikologi sosial. Setelah Mead meninggal, Herbert Blumer, yang juga merupakan salah satu sosiolog di Universitas Chicago, mengambil alih seluruh karyanya serta membenahi teori sosialnya dan menamai gagasan Mead tersebut: interaksionisme simbolik. Blumer sendiri juga terpengaruh oleh pemikiran Herbert Mead tentang interaksionisme simbolik. Karya Blumer yang terkenal dalam perspektif teori ini adalah kumpulan esainya yang berjudul Symbolic Interactionism: Perspective and Method.
Tiga prinsip utama interaksionisme simbolik menurut Blumer adalah:
1. Manusia bertindak melalui hal-hal pada makna yang ada di dalamnya.
2. Makna-makna tersebut muncul dari interaksi sosial.
3. Tindakan sosial merupakan hasil dari tindakan-tindakan individu. Teori interaksionisme simbolik beranggapan bahwa masyarakat (manusia) adalah produk sosial. Teori ini mempunyai metodologi yang khusus, karena interaksionisme simbolik melihat makna sebagai bagian fundamental dalam interaksi masyarakat. Dalam penelitian mengenai interaksi dalam masyarakat tersebut, teori interaksionisme simbolik cenderung menggunakan metode kualitatif dibanding metode kuantitatif.
Kamis, 06 Maret 2014
Resensi buku perjuangan hak-hak sipil di Amerika dan implikasinya bagi Indonesia
Judul Buku: Perjuangan Hak-Hak Sipil Di Amerika Dan Implikasinya Bagi Indonesia
Penulis: Dr.Valentinus Miharso
Penerbit : Sekolah Pascasarjana UGM
Tahun Terbit: 2009
Tebal Buku: XX + 282 halaman
Pada November 2008 yang lalu, Barack Obama berhasil menjadi orang kulit hitam pertama dalam sejarah politik Amerika yang menempati Gedung Putih. Dalam wawancaranya dengan New York Times (November 2007), ia menyebut dirinya sebagai wujud dari kebijakan sekaligus kekuatan Amerika yaitu multikulturalisme. Keberhasilan ini tidak bias terlepas dari sejarah panjang perjuangan HAM masa sebelumnya, Martin Luther King Jr dan Malcolm X, dua tokoh kulit hitam yang berusaha keras memperjuangkan HAM di Amerika (1957-1968). Mereka dikenal sebagai pemimpin perjuangan penegakan hak-hak sipil warga minoritas kulit hitam untuk menghilangkan diskriminasi dan perlakuan tidak adil. Mereka bercita-cita mewujudkan tatanan masyarakat Amerika yang adil, supaya setiap warga Negara memperoleh perlakuan yang sama, tanpa membedakan ras, agama, asal-usul kebangsaan, dan warna kulit.
Meskipun Martin Luther King Jr dan Malcolm X sama-sama menggalang kekuatan untuk memperjuangkan hak-hak sipil, namun strategi perjuangan yang mereka kembangkan agak berbeda. Buku ini membahas sejumlah persamaan sekaligus perbedaan strategi perjuangan itu, dengan memfokuskan pembahasannya pada tiga hal:
Codes
King dan Malcolm dalam pidato politik mereka apabila ditinjau dari codes, sama-sama menekankan pada kekuatan bahasa nilai-nilai keagamaan, keadilan, kebebasan, dan pendidikan. Perbedaan codes mereka terletak pada cara mengidentifikasi makna perjuangan, pernyataan politik melalui kekuatan bahasa.
Context
King dan Malcolm sama-sama menekankan pandangan context mereka melalui akulturasi dan migrasi dalam mempengaruhi perilaku budaya masyarakat yang terpelihara melalui tatanan social, seperti dalam nilai-nilai budaya liberalism, puritanisme, kapitalisme, dan demokrasi, misalnya kebebasan, inisiatif, memiliki modal, percaya diri, bekerja kerasdalam meraih kesuksesan, dan daya saing. Perbedaan context mereka masing-masing adalah sikap mereka terhadap warga kulit putih dalam memperjuangkan hak-hak sipil. Malcolm bersifat keras, benci dan marah, sedangkan King bersifat lembut dan persuasif. Hal ini dipengaruhi lingkungan tempat mereka tinggal.
Institution
King dan Malcolm sama-sama menekankan pandangan perjuangan mereka melalui institusi keagamaan. King menganut agama Kristen dan Malcolm menganut agama Islam. Setiap agama baik Krsten maupun Islam tidak membedakn ciri-ciri fisik manusia. Mereka memobilisasi dan mengorganisasi perjuangan warga kulit hitam melalui organisasi keagamaan. Perbedaan dalam tinjaun institution dapat diketahui dari strategi perjuangan mereka. Martin Luther King Jr menggunakan teori non-violence dan Malcolm menggunakn teori violence yaitu tindakan membalas untuk mempertahankan martabat kemanusiaan warga kulit hitam.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan yang dapat saya ambil dari buku ini.
Kelebihan : Menurut saya buku ini sangat bermanfaat bagi para pembaca. Khususnya dosen dan mahasiswa. Buku ini dikembangkan dari disertasi yang telah dipertahankan di Universitas Gajah Mada. Deskripsi yang dituangkan dan interpretasi yang diajukan dalam buku ini dibangun dari data yang dikumpulkan dan dianalisis dengan metode ilmiah. Bagi masyarakat umum, buku ini adalah informasi yang amat berharga bahwa perubahan politik, terutama yang terkait dengan hak-hak sipil, tidaklah dating dengan sendirinya, tetapi harus dilakukan dengan dengan perjuangan gigih yang tak kenal lelah. Menurut saya cover buku ini juga menarik. Tidak rumit dan tidak terlalu sederhana, dan juga dapat menggambarkan kisah para pejuang hak sipil secara tidak langsung.
Kekurangan : Menurut saya buku ini memuat terlalu banyak istilah-istilah asing yang kurang dimengerti, meskipun penulis membuat daftar istilah pada halaman awal, daftar tersebut terlalu sedikit dan istilah-istilah lainnya tidak dimuat di daftar.
Haris Afif (130906053), Mahasiswa FISIP USU Departemen Ilmu Politik’13
Criticall Review Buku Perbandingan Sistem Politik
Nama: Haris Afif
NIM: 130906053
Departemen: Ilmu Politik
Mata Kuliah: Sistem Politik Indonesia
Criticall Review
Judul: Perbandingan Sistem Politik
Pengarang: Dr.Mochtar Masyoed, Dr.Collin MacAndrews
Penerbit: UGM Press
Tahun Terbit: 1978, 1986
Tebal: 277 Halaman
Buku ini berisi tentang analisis politik, perbandingan sistem politik, studi kasus, dan teori-teori tentang sistem politik. Buku ini lebih mengarah kepada studi perbandingan. Memahami bagaimana bekerjanya berbagai sistem politik, apa ciri-ciri yang sama, mengapa tipe-tipe pemerintahan tertentu bisa stabil sedangkan tipe-tipe yang lain selalu tidak stabil. Mengapa strategi politik tersebut berhasil dan mengapa tidak.
Bagian teori, Tulisan pertama dalam bagian ini. David Easton mengemukakan pendapatnya tentang ciri-ciri sistem politik dan analisis lainnya tentang sistem politik. Berikutnya, Almond, dengan tulisan pertamanya mengenai bagaimana melakukan studi perbandingan politik dan yang kedua tentang fungsi artikulasi kepentingan dan kaitannya dengan fungsi agregasi kepentingan, yang masing-masing dijalankan oleh dan partai politik. Tulisan ketiga tentang sosialisasi politik dan kaitannya dengan kebudayaan politik dan pengaruh keduanya terhadap partisipasi partai politik. Berikutnya tulisan oleh Robert Putnam tentang elit politik. Asumsinya adalah bahwa kekuasaan dan pengaruh politik tidak pernah didistribusikan secara merata dan ini berkaitan dengan partisipasi politik. Kemudian Mochtar Masy’oed juga menulis dalam tulisannya yang pertama yang membahas tentang upaya untuk membuat birokrasi efektif cenderung untuk menjadikannya tidak demokratik, dan yang kedua adalah komentar dan kritik terhadap analisis sistem dan struktural fungsional sebagai pendekatan dalam studi perbandingan politik. Selanjutnya bagian studi kasus yang dipaparkan memuat sistem politik berbagai negara masalah-masalahnya dan lain sebagainya.
Saya melihat di buku ini bahwa kesimpulan dimuat di awal bab. Sedangkan kesimpulan harusnya ada di belakang. Ini jadi tidak efektif menurut saya. Saya juga tidak menemukan saran studi atau penelitian lebih lanjut terkait dengan topik pembahasan. Dan pada bagian studi kasus tidak ada membahas tentang negara Amerika, sementara kita tahu Amerika merupakan negara maju yang sistem politiknya bisa kita bahas untuk menambah wawasan ataupun dapat juga sebagai masukan untuk mengkoreksi perpolitikan di Indonesia. Dan setiap pembahasan masalah tidak ada diberikan solusi ataupun pemecahan masalah, menurut saya itu juga penting.
Buku ini sangat bagus untuk dibaca apalgi bagi mahasiswa dan orang-orang yang berkecimpung di bidang perbandingan politik. Jadi secara keseluruhan penulis sudah mencapai tujuannya tetapi sedikit kurang memperhatikan cara penyajian dan juga hal yang pantas ditambahkan di dalam buku ini.
Mistake and experience
Halo dek, abg mau nulis tentang pengalaman abg yg tak seberapa ini. Abg gitu orgnya dek, masi sikit ilmu tapi sok uda hebat kali oke, Langsung ajala ya.
*jangan bohong kalo ga pande.
*jangan ngomong besar kalo ga ada bukti.
*selalu selow, biar nampak kayak orang berilmu. Ya kalo gak berilmu pun gak ketauan kali kan wkwk
*jangan menunda pendekatan dengan orang yg baru kenal.
*jangan berpikir kalo ga merokok ga ganteng.
*berpergianlah jika ada waktu dan kesempatan.
*kalo pergi ntah mandi2 dimana, usahakan bawak sempak ganti.
*jangan pake sempak basah lama-lama
*jangan coba2 makan babi bagi yg muslim
*jangan sepele melihat org kecil, kecil dalam segi apapun, jangan
*jangan melawan mamak, apalagi kalo kita salah. Mati bisa
*jangan selalu sok cool di depan org, apalgi cewek. Ada saatnya dimana kita harus cool.
*jangan memulai pendekatan dengan keidiotan dgn org lain. Kecuali idiotnya berisi.
*kuasai segala macam skill yg bisa dikuasai. Itu menambah kekuasaan. *loh
*jangan takut berantem, gas ajaa selagi bisaa.
*jangan sentuh narkoba dkk
*jangan gak sholat kalo kebetulan teringat. Bagi yg muslim
*jangan terlalu sering onani.
*jangan gak makan satu harian walau gak ada uang. Tinggalkan gengsi.
*jangan sering sporing. Apalgi gara2 gak dibeliin ninja.
*jangan melupakan nama orang yg baru kita kenal.
*jangan cabut2 sekolah kalo gak penting2 kali
*jangan motel(buka puasa sblm waktunya) kalo gak ada duit. Apalagi cuma ngerokok. Iuwhh
*jangan jengkali otak orang.
*jangan bicara sama orang sesuatu yg gak mau dia dengar
*pacaranlah mulai dari smp. Tapi jgn kebanyakan. Mati BK ko nantee
*jangan sombong.
*jangan berkhianat.
*jangan tergila2 pada wanita.
*jangan terlalu percaya pada wanita, cerdas lah menghadapi mereka.
*jangan terlalu sering minjem duit.
*jangan pernah pacaran sama mantannya kawan.
*jangan menyakiti hati orang
*jangan terlalu fanatik agama, boleh sih tapi jgn ditunjuk2in ke orang2
*jangan mengadu domba.
*kendalikan diri. Jangan terbawa suasana.
*bertemanlah dengan semua jenis makhluk. Dan bersahabatlah dengan mereka yg mempunyai emosi yg sama.
*jangan terlalu jauh dgn saudara atau keluarga.
*jangan pernah baca komik detective conan kalo otak ga cukup.
*jangan terlalu bergantung kepada orang lain.
*ini penting. Lakukanlah apa yg ingin kau lakukan. Selama itu masih logika menurutmu, gak peduli itu mau negatif, positif, interogatif, itu akan menambah wawasanmu. Kalo aku ya, mencoba sesuatu yg negatif pun perlu, tapi hanya sekedar cukup tau. Nambah2 pengalamaan.
*nikmatilah kehidupanmu karna hidup itu indah.
*jangan malu dengan segala kekuranganmu, belajar selagi bisa. Gak ada yg gak bisa dipelajari. Kau juga punya kelebihan.
*jangan pernah rendah diri di depan orang. Kalo di dpn mertua boleh.
*jika punya abang atau kakak atau adik. Kompaklah, jalin hubungan yg baik, kalo bisa satu permainan.
*jangan pernah bercanda soal agama dengan orang lain yg beda agama.
*jangan berjanji ketika sedang senang, dan jangan membuat keputusan ketika sedih.
Yg ga dibuat alasannya pikir sendiri aja, percayalah yg saya katakan itu benar. Kalo enggak benar ya berarti salah la kan xD
Haha yaya kebanyakan jangan ya, memang kehidupan ini penuh dengan kejanganan. Karna kejanganan itulah yg membuat hidup damai tentram.
Sebenarnya masih banyak lagi kejanganan yg belum dibuat. Yaudalah hantam aja :D
Oke sekian semoga bermanfaat
Rabu, 05 Maret 2014
Mahasiswa
Kali ini kita akan bahas tentang mahasiswa men :)
Kalo ditanyak "apa itu mahasiswa?" Kebanyakan orang awam jawabnya.. "mahasiswa ya orang yg belajar di perguruan tinggi". Memang iya, tapi itu dari sudut pandang orang awam. taunya klen arti "maha" yg ada di kata mahasiswa itu?
Maha artinya besar, hebat. Kayaknya ada 6 yg memakai kata "maha" di dunia ini. Tuhan(maha kuasa, maha pengasih, dkk), mahakarya, mahasiswa, mahadewi, mahadewa, dan.. maharani(kawanku :D). Hahaha ya enggak lah, pokoknya kata maha pada mahasiswa itu menunjukkan bahwa mahasiswa itu bukan orang sembarangan. Mahasiswa ialah kaum intelektual yang bebas dan aktif. Yang senantiasa membela dan memperjuangkan hak2 rakyat tertindas. Seperti pada lagu "Darah Juang Mahasiswa". Mahasiswa mengemban beban berat dipundaknya. Ditambah lagi "Tri Dharma Perguruan Tinggi", pendidikan penelitian pengabdian. Mahasiswa memang identik dengan demonstrasi. Tetapi skrg demonstrasi sering kali dinilai negatif oleh rakyat yg dibela kepentingannya itu sendiri. Itu karena ulah media yg memanipulasinya sedemikian rupa. Kita gak bahas kesana men haha terlalu jauh. Tapi yg jelas tadi uda dijelaskan apa itu mahasiswa.
Oiya, ingat waktu kita lulus di PTN? Betapa gembiranya kita padahal disitu juga ada ratusan bahkan ribuan org menangis? Yaa sebagian dari kita yg berduit ya pasti ke PTS, bagaimana dengan yg tidak mampu? Ya mana kuliah. Tapi apa betul, kita lebih pantas kuliah dibanding dia? Apa betul otak kita lebih cerdas dari dia? Belum tentu meenn. Makanyaa kuliah laa bagus-bagus, syukuri apa yg didapat. Setelah selesai studi mari mengabdi pada negara, walaupun kedengarannya lebay, tapi siapa tau, beberapa orang diantara kita bisa membuat perubahan di negara ini. Uang kuliah gratis yakaan, kan enaak. Apa-apa gratis yakaan, kan enaak. Intinya gunakanlah kesempatan Anda berkuliah ini sebaik2nya. Kalo pun gak seperti yg diharapkan, setidaknya kita tidak membuat rugi rakyat kayak koruptor binatang tuh. Dan para Penguasa yg membuat sistem mengerikan ini.
Mungkin orang yg baca artikel ini agak bingung ya, tapi awak memang gini orangnya haha :D
Atas segala kekurangan, kepada pembaca saya mohon maaf , kepada Allah saya mohon ampun.
Apa itu politik? Ilmu politik?
Karna aku mahasiswa jurusan ilmu politik, yauda iseng2 bahas sedikit ajalah tentang politik hehe
Jadi bagaimana pendapat kalian kalau ditanyak soal politik? Apa jawabannya? Pasti negatif.. "politik itu kotor... menyengsarakan rakyat..." atau kalo ada orang yg merasa ingin dimoduskan oleh orang lain, bilangnya "eh, jangan kau politik2kan aku ya!" -_- gila yaa, gatau klen apa artinya itu! Ini dia jelasnya boyy
Politik, berasal dari bahasa yunani yaitu "polis" yang berarti negara kota. Setidaknya itu yg dibilang di buku "dasar-dasar ilmu politik" nya Miriam Budiardjo. Jadi politik pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles sehingga ia disebut Bapak Politik. Sedangkan yang bertama kali membahas tentang politik ialah Plato, sebut saja Bapak Filsafat Politik.
Politik bersifat netral, tergantung kepada yang menggunakannya. Dalam konteks lain, Politik merupakan strategi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi ilmu politik berkaitan erat dengan negara, kekuasaan, pemerintahan, dan unsur2 lain yg terkait. Ahh panjanglah kalo bicara ini, yang jelas biar kita manusia2 bodoh yang asal cakap ini tau apa itu politik. Gakpapa sih, kalo tau bahasa yg baik kan strata kita juga naik sikit hahaha :D
Tapi kalo mau lebih jelas, semua ada di buku inii
Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar
Ilmu Politik, Jakarta, PT Gramedia
Pustaka Utama, 2010
Okee dudaa :*
Selasa, 04 Maret 2014
Illumimaho
Saya heran, mengapa begitu banyak orang yg menyukai boyband. bahkan laki-laki sekalipun menirukan gaya hidup idola maho nya ini. mengapa ini semua terjadi? saya juga tidak tahu mengapa. mungkin dunia sudah mencapai batas akhir alias ki-amaat. Seperti di foto berikut. Aku juga ikut sedih T_T